Mon. Feb 9th, 2026
Mengatasi anak takut sekolah
Mengatasi anak takut sekolah

Matochrecept.com – Mengatasi anak takut sekolah sering kali jadi ujian kesabaran yang datang tanpa aba-aba. Pagi masih basah oleh embun, tapi rumah sudah riuh oleh tangis, alasan sakit perut, dan tatapan cemas yang bikin hati ikut menciut. Kamu mungkin bertanya-tanya, salah di mana, harus tegas atau justru mengalah. Padahal, di balik rasa takut itu ada cerita kecil yang belum sempat terdengar, ada kegelisahan yang belum tahu cara keluar.

Read More : Cara Mendidik Anak Agar Disiplin Tanpa Hukuman Fisik

Nah, di sini kita bakal membahas lebih dalam cara mengatasi anak takut sekolah satu per satu, sampai anak kembali melangkah ke sekolah dengan hati yang lebih ringan. Jadi tunggu apa lagi, yuk simak sampai selesai.

1. Memahami Akar Masalahnya

Langkah pertama mengatasi anak takut sekolah adalah memahami penyebabnya. Takut sekolah bisa muncul karena banyak hal, mulai dari takut berpisah dengan orang tua, belum punya teman, sampai pengalaman kurang menyenangkan di kelas. Anak belum tentu bisa menjelaskan dengan kata-kata, kadang rasa takut itu muncul sebagai alasan sakit perut atau pusing.

Di sini peran kamu bukan menginterogasi, tapi membuka ruang aman agar anak mau bercerita. Dengarkan tanpa menyela, tanpa menghakimi, biarkan ceritanya mengalir meski terdengar sepele di telinga orang dewasa.

2. Membangun Rasa Aman Pada Anak

Rasa aman adalah pondasi utama. Anak yang merasa aman di rumah akan lebih berani menghadapi dunia luar. Kamu bisa mulai dengan rutinitas pagi yang konsisten. Bangun, mandi, sarapan, lalu berangkat sekolah dengan urutan yang sama setiap hari.

Rutinitas itu seperti jangkar, menenangkan pikiran anak yang gelisah. Saat berpamitan, hindari drama berlebihan. Pelukan singkat, senyum, dan kalimat sederhana seperti “kamu pasti bisa” jauh lebih kuat daripada seribu nasihat panjang.

3. Mengatasi Anak Takut Sekolah melalui Cerita dan Imajinasi

Anak hidup di dunia imajinasi. Manfaatkan itu untuk mengatasi anak takut sekolah. Ceritakan kisah tentang tokoh yang awalnya takut sekolah tapi akhirnya menemukan hal-hal menyenangkan di sana. Kamu bisa membuat cerita sebelum tidur, dengan tokoh yang mirip anakmu. Tanpa disadari, anak akan memproyeksikan dirinya ke dalam cerita tersebut. Ketakutan perlahan mencair, seperti embun pagi yang kalah oleh matahari.

4. Mengatasinya dengan Pendekatan Emosi

Jangan remehkan emosi anak. Kalimat seperti “ah, itu biasa” justru bisa membuat anak merasa tidak dipahami. Lebih baik akui perasaannya. Katakan bahwa merasa takut itu wajar. Dengan begitu, anak belajar bahwa emosinya valid. Dari sini, kamu bisa mengajak anak mencari solusi bersama. Misalnya, apa yang bisa dilakukan supaya hari di sekolah terasa lebih nyaman. Saat anak dilibatkan, rasa kontrolnya meningkat dan ketakutan berkurang.

Baca juga: How To Help A Baby Sleep Through The Night?

5. Kerja Sama dengan Guru

Mengatasi anak takut sekolah tidak bisa dilakukan sendirian. Komunikasi dengan guru sangat penting. Sampaikan kondisi anak secara jujur tanpa menyalahkan siapa pun. Guru yang paham situasi biasanya akan membantu, entah dengan memberi perhatian ekstra di awal kelas atau memasangkan anak dengan teman yang suportif. Sekolah dan rumah seharusnya jadi dua sisi yang saling menguatkan, bukan saling melempar tanggung jawab.

6. Penguatan Positif

Apresiasi sekecil apa pun sangat berarti. Saat anak berhasil masuk kelas tanpa menangis, beri pujian tulus. Bukan hadiah besar, tapi pengakuan. Kalimat sederhana seperti “kamu hebat hari ini” bisa jadi bahan bakar kepercayaan diri. Hindari membandingkan anak dengan teman atau saudaranya. Setiap anak punya garis waktu sendiri, dan mengatasi anak takut sekolah adalah proses, bukan lomba cepat-cepatan.

7. Simulasi di Rumah

Latihan membuat segalanya terasa lebih familiar. Kamu bisa mensimulasikan suasana sekolah di rumah. Bermain peran sebagai guru dan murid, menyiapkan tas, bahkan berpura-pura berpamitan. Permainan ini menurunkan ketegangan karena anak sudah “pernah mengalami” situasi tersebut dalam versi aman. Ketika hari sekolah tiba, otak anak tidak lagi merasa asing.

8. Menjaga Sikap Orang Tua

Anak adalah peniru ulung. Jika kamu terlihat cemas berlebihan, anak akan menangkap sinyal itu. Sebaliknya, sikap tenang dan yakin akan menular. Mengatasi anak takut sekolah juga berarti mengelola emosi diri sendiri. Tidak mudah, memang. Tapi ketika kamu bisa berdiri sebagai pelabuhan yang tenang, anak akan lebih berani berlayar.

9. Konsistensi

Kunci terakhir yang sering dilupakan adalah konsistensi. Jangan hari ini tegas, besok menyerah. Anak butuh kepastian. Jika memang sudah sepakat untuk tetap berangkat sekolah, lakukan dengan konsisten sambil tetap empatik. Konsistensi memberi pesan bahwa sekolah adalah bagian normal dari hidup, bukan ancaman yang bisa dihindari selamanya.

Pada akhirnya, mengatasi anak takut sekolah bukan tentang menghilangkan rasa takut dalam semalam. Ini tentang menemani, memahami, dan memberi ruang agar anak tumbuh berani dengan caranya sendiri. Setiap langkah kecil adalah kemenangan. Dengan pendekatan yang hangat, sabar, dan konsisten, Mengatasi anak takut sekolah bukan lagi mimpi yang menakutkan, tapi perjalanan yang membentuk anak menjadi pribadi yang lebih kuat dan percaya diri.